SKKK Jakarta Gelar Workshop Implementasi iB-Curriculum dalam KurMer (1)

 

Jakarta, SKKKJAKARTA.SCH.ID – Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Jakarta gelar workshops Kurikulum Merdeka untuk memperlengkapi guru-guru dalam menerapkan iB Curriculum dalam Kurikulum Merdeka, Senin (01/08/2022). 

Narasumber Vebe Karuna. S.Pd., M.M., Staf Ahli Bidang Pengembangan Pendidikan Yayasan Kalam Kudus Indonesia. Peserta guru-guru SKKK Jakarta jenjang SD sampai SMA dari 5 unit SKKK Jakarta, yakni SKKK Tangki Lio, SKKK Green Garden, SKKK Kosambi Baru, SKKK Pangkalpinang, dan SKKK Alam Raya. 

 

Dibuka dengan renungan oleh Pdt. Kaston Sinaga, M.Div., Bidang Kerohanian SKKK Jakarta (Gembala Sekolah). Dilanjutkan dengan sambutan oleh Direktur Pelaksana SKKK Jakarta, Drs. Daniel Suyatno, M.M., sebagai MC Darwin T. Zega, S.Th. dan selaku moderator Apriyanto Salim, S.T., M.M.

Pdt. Kaston dalam renungannya harus berani berproses meskipun terasa menyakitkan untuk meraih keberhasilan. Perhatikan ulat ketika berproses menjadi kupu-kupu. Sementara dalam sambutannya Dirpel SKKKJ menyampaikan untuk mengikuti workshops ini perlu tiga sikap humble, passion, dan action.

 

 

Sesi pertama, Implementasi iB Curriculum dalam Kurikulum Merdeka. SKKK Jakarta akan menggunakan Kurikulum CFRC (Creation, Fall, Redemption, Consumation) yang teritegrasi dengan setiap mata pelajaran. Namun saat ini integrasi tersebut juga harus terimplementasi dalam Kurikulum Merdeka. Maka workshops sungguh membantu guru-guru untuk mempersiapkan perangkat pembelajarannya. 

Sesi kedua, topik Pembuatan CP, ATP, dan Scope & Sequence, termasuk tugas guru di sesi berikutnya. Sesi ketiga, peserta berpindah dari aula utama GKKK Kosambi Baru ke ruang kelas untuk pembuatan CP, ATP, dan Scope & Sequence. Guru dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai fase dan mata pelajaran. Tempat berpindah dari Aula Utama ke ruang kelas. 

 

 

Dalam penyusunan perangkat pembelajaran di SKKK Jakarta mencakup kompetensi, konten, CFRC (Spiritual), dan karakter dengan muatan prinsip Alkitab sehingga anak memiliki cara pandang Kristiani. Cara terbentuk maka karakter Kristus akan muncul. Jadi untuk membuat capaian pembelajaran pemahamannya adalah fase bukan kelas. Hal juga menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka.  

Sebagai contoh mengidentifikasi lingkungan alami dan lingkungan buatan di sekitar rumah atau sekolah yang merupakan ciptaan Allah untuk menunjukkan perilaku peduli. Jadi dalam menyusun CP guru harus menambahkan muatan CFRC atau prinsip Alkitab. 

 

 

Ada dua jenis penilaian: pertama, asesmen diagnostic dilaksanakan di awal pembelajaran. Kedua, asesmen sumatif. Satu lingkup materi dilakukan asesmen sumatif dan pada akhir semester. Tidak ada KKM tapi dibuat kriteria pembelajaran oleh masing-masing guru atau kesepakatan bersama rekan guru. 

Akhirnya, puji syukur kepada Tuhan Yesus karena kegiatan di hari pertama ini dapat berjalan dengan baik dan peserta antusias mengikutinya.

Avatar photo
Matius Mardani
Articles: 27

2 Comments

  1. Thanks Pak Matius yang dengan konsisten da. Persisten memberikan report terbaik. Tetap semangat berkarya . Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *