Meningkatkan Pemahaman Kosakata dalam Teks Prosedur Menggunakan Word Mapping Technique dan Metode Pembelajaran Kooperatif pada Siswa Kelas IX SMP Kristen Kalam Kudus Pangkalpinang

| Penulis: Doharman Simamora

Dalam era perubahan global yang terjadi di seluruh dunia, tentunya kita diharapkan mampu memahami bahasa asing untuk dapat berkomunikasi di tingkat nasional maupun di internasional, contohnya dalam bidang pendidikan, penerbangan perbankan dan lain sebagainya. Bahasa asing yang memiliki peranan yang sangat vital yaitu bahasa Inggris. Karenanya Indonesia yang merupakan negara yang selalu belajar untuk kemajuan, membuat bahasa Inggris menjadi salah satu subjek dalam pelajaran dari tingkat TK hingga Universitas.

Tentunya dalam menguasai bahasa Inggris, banyak hal yang harus kita kuasai dan pahami salah satunya yaitu kosakata. Kosakata dalam bahasa Inggris tentunya tidak sedikit, demikian halnya seperti dalam bahasa Indonesia.

Setelah melakukan observasi di SMP Kristen Kalam Kudus Pangkalpinang di kelas IX, penulis sebagai guru bahasa Inggris di sekolah ini menemui beberapa peserta didik mengalami kesulitan ketika mempelajari kosakata bahasa Inggris khususnya kata – kata yang mungkin jarang sekali didengar dan biasanya terdapat pada teks prosedur. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan word mapping sebagai media pembelajaran kosakata Bahasa Inggris. Penerapan word mapping dilakukan melalui pendekatan bahasa Inggris yang diformulasikan ke dalam bentuk strategi pembelajaran berkelompok untuk merancang kosakata dari sebuah kata dengan menurunkannya ke bagian sinonim maupun antonimnya.

Hal ini sangat penting dibagikan karena berdasarkan pembelajaran di dalam kelas banyak perubahan sikap peserta didik yang berdampak positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris khususnya. Sikap yang terjadi pada peserta didik seperti:

  1. Peserta didik belum memanfaatkan sumber belajar yang ada.
  2. Peserta didik enggan bertanya kepada rekan sebaya maupun guru terkait kosakata yang tidak dipahami.
  3. Peserta didik belum aktif dalam kegiatan berdiskusi.
  4. Peserta didik terlihat belum semangat mengikuti kegiatan pembelajaran dikarenakan tidak memahami kosakata tertentu.
  5. Peserta didik tidak fokus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Ketika peserta didik akan belajar tentang teks prosedur, banyak diantara mereka yang ingin melewatkan materi ini dikarenakan akan ada banyak kosakata yang jarang di dengar dan maupun dibaca.

Peran guru dan tanggung jawab guru dalam pembelajaran ini yaitu dengan membimbing dan mengarahkan peserta didik agar mampu untuk merancang kosakata dalam bentuk word mapping dan mampu untuk memahami kosakata tersebut. Selain  itu, guru juga berperan sebagai penengah dalam kegiatan belajar mengajar. Misalnya menengahi atau memberikan jalan keluar dalam diskusi siswa. Dan peran guru yang terakhir dalam pembelajaran ini yaitu sebagai evaluator ataupun penilai. Guru mengevaluasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar seperti dalam diskusi kelompok dan juga presentasi.

Tentunya dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris di dalam kelas terlebih ketika peserta didik akan bekerja dalam kelompok, guru akan mengalami banyak tantangan. Berikut adalah tantangan yang didapati penulis sebagai guru.

1. Bebarapa peserta didik terlihat sangat dominan karena berkelompok dengan temannya yang kurang aktif dalam kegiatan berdiskusi dan presentasi.

Untuk mengatasi tantangan ini, akhirnya penulis melakukan refleksi diri yaitu untuk menyampaikan terlebih dahulu kepada peserta didik bahwa sekolah merupakan suatu kegiatan bukan untuk bersaing, melainkan untuk dapat saling membantu mencapai tujuan yang sama. Terlebih pada saat kegiatan kerja kelompok, diharapkan untuk dapat saling berkoordinasi, berkomunikasi dan bekerjasama untuk menuntaskan permasalahan yang ada.

2. Beberapa peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya dengan tampil kurang percaya diri.

Ketika mendapati tantangan seperti ini guru tetap memberikan apresiasi terhadap semua peserta didik yang sudah mempresentasikan hasil kerjanya. Guru juga memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk saling evaluasi dirinya, hal apa saja yang belum baik dilakukan dan apa usaha untuk memperbaiki hal yang kurang baik tersebut.

Proses dalam penyelesaian masalah tersebut yaitu dengan menerapkan sintaks Project Based Learning yaitu:

  1. Penyelesaian tugas dilakukan dalam berkelompok yaitu dengan membuat rancangan kerja seperti perencanaan, perancangan, penyusunan hingga pemaparan hasil kerja.
  2. Peserta didik dalam kelompok diberikan tanggung jawab penuh terhadap proyek yang akan dihasilkan, misalnya guru memberikan tenggat waktu pengumpulan hasil kerjanya.
  3. Guru menyampaikan kepada peserta didik tentang penilaian dari setiap proses pembelajaran berlangsung.
  4. Guru dan peserta didik bersama – sama menyampaikan analisa atau evaluasi dari proses pembelajaran yang berlangsung.

Dan untuk tahapan yang dilakukan untuk menerapkan word mapping technique dan metode pembelajaran kooperatifguru dan peserta didik melakukan tahapan – tahapan sebagai berikut:

  1. Guru memberikan stimulasi kepada peserta didik yaitu memberikan teks bacaan untuk dibaca. Setelah membaca, peserta didik menemukan kosakata yang mereka belum mengerti dan memberikan tanda untuk dapat dipetakan.
  2. Peserta didik menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, contohnya kertas karton, pensil warna, pensil hitam dan lain lain.
  3. Menyiapkan konsep word mapping yang menarik.
  4. Menurunkan kosakata inti kedalam beberapa bagian turunan, seperti antonim, sinonim, dan boleh mencantumkan gambar.
  5. Peserta didik diminta untuk berlatih untuk membuatnya kedalam kalimat.

Refleksi Hasil dan Dampak:

Berdasarkan refleksi hasil yang dilakukan oleh guru, dampak positif yang ditemui yaitu, peserta didik lebih aktif untuk menggunakan sumber – sumber belajar yang ada terkait dengan pemahaman kosakata. Peserta didik menggunakan internet, kamus dan buku – buku sebagai sumber – sumber belajar. Peserta didik lebih aktif juga untuk berkomunikasi dengan teman sejawat melalui diskusi kelompok dan presentasi.

Dalam proses pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan langkah-langkah tersebut, respon dari lingkungan sekitar yaitu teman sejawat dan kepala sekolah memberikan respon positif. Karena siswa berpartisipasi secara lebih aktif dalam diskusi dan presentasi. Dan pembelajaran yang dapat diambil dari kegiatan ini yaitu, dengan merancang proses pembelajaran dengan baik akan membuat peserta didik akan lebih aktif untuk mengikutinya. Dan juga melibatkan peserta didik lebih banyak dalam kegiatan pembelajaran akan membuat peserta didik lebih kreatif.

Doharman Simamora, S.Pd. Mahasiswa PPG dalam jabatan kategori 2, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Tahun 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *