Kesehatan Mental | Suicide

Persoalan mental selama anak belajar dari rumah adalah stres, mudah marah hingga dugaan bunuh diri. Hal itu seperti dinyatakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dikutip dari BBC pada 18 Februari 2021. Bahkan dalam beberapa kasus yang lebih ekstrim depresi anak selama pandemi yang berujung pada kasus bunuh diri.

Bunuh diri atau dikenal dengan istilah suicide. Mendengar kata itu, terbesit dalam benak kita kesan menyeramkan dan kematian yang sia-sia. 

Suicide dalam Bahasa Latin “sui” artinya diri sendiri (self), dan “cide” yang artinya membunuh (kill), jadi suicide adalah membunuh diri sendiri.

Apa yang mendorong seseorang melakukan bunuh diri? Ada beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk bunuh diri atau percobaan bunuh diri: kurang bisa menerima tekanan demi tekanan yang terjadi dalam hidupnya, permasalahan yang tidak segera diselesaikan dan berakhir depresi, marah atau kecewa dengan orang sekitar (orang tua, teman, dan self harm), sakit yang menahun, terpengaruh dari idola yang sedang digandrungi dan lain lain. 

Baca juga: Kesehatan Mental | Fear of Missing Out (FOMO)

Ciri-ciri seseorang yang ingin melakukan percobaan bunuh diri biasanya ditandai dengan: menarik diri dari lingkungan sosial, mulai membuat pertemanan yang tidak nyata atau menciptakan pribadi yang dia rasa baik dan perhatian, mulai menulis atau berkata-kata yang mengarah kepada kematian, terlihat sedih dan putus pengharapan. 

Jangan pernah anggap remeh ciri-ciri di atas jika Anda pernah melihat atau mendengar orang terdekat sedang mengalaminya. Situasi yang tidak boleh diabaikan dapat berakibat fatal maka sebaiknya segera ditangani oleh ahlinya.

Bagi guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah perlu melakukan pendekatan yang intens ke siswa yang bermasalah dan libatkan orang tua dalam mengawasi dan menolong siswa tersebut. Pastikan bahwa penanganan dari ahlinya seperti psikolog dan psikiater agar membantu pencegahan bunuh diri.

Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai saran dan tindakan pencegahan antara lain:

  • Sadari bahwa saat Anda sedang bermasalah, bunuh diri bukan penyelesaian sebaliknya menimbulkan masalah baru menyangkut kehidupan kekal.
  • Jika Anda berpikir untuk membunuh diri sendiri itu tandanya Anda sedang menghentikan masa depan yang sudah Tuhan rancang dalam rencana-Nya.
  • Ingat Tuhan tidak pernah memberi pencobaan (baca: masalah) melebihi kekuatan Anda. Ingatlah dan lihatnya bahwa sekelilingmu tidak sebaik Anda tapi mereka tetap kuat.
  • Jangan diam jika Anda sedang bermasalah, ceritakan masalah Anda kepada orang yang bisa dipercaya. Bukan berarti sedang membongkar aib tetapi sebagai support system yang Tuhan sediakan.
  • Cintai diri sendiri dan perkatakan hal yang baik tentang diri Anda bahwa Anda sangat berharga di mata Tuhan.

Kiranya narasi kesehatan mental ini dapat membantu. Think before action. God loves you!

Referensi : 

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-55992502

***

Bionarasi

Liana Remhana Sinamo, M.Si., guru BK SMAS 2 Kristen Kalam Kudus Jakarta. Jika Anda membutuhkan konsultasi dapat menghubungi via email: liana.s@skkkjakarta.sch.id

Avatar photo
Liana Remhana Sinamo
Articles: 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *