Fundraising Webinar For Education?

Tahun ini merupakan tahun istimewa bagi Sekolah Kristen Kalam Kudus Jakarta menyambut 50 tahun usianya. Perjalanan panjang dalam mengarungi dunia pendidikan di tanah air dan di Jakarta khususnya.

Visi dan misi yang dipegang dan dijalankan menjadikannya kokoh berdiri hingga kini. Didirikan 50 tahun lalu tepatnya 1970 dimana saat itu Republik ini baru berusia seperempat abad. Republik yang sedang membangun sumber daya manusia. Dengan program dasar mengentaskan buta huruf di penjuru negeri. Seiring itu pula tercetuslah ide dari para rohaniawan Kristen untuk mendirikan sekolah yang berbasis Kristiani sekaligus membangun pengetahuan manusia untuk mencapai sejahtera dan kemajuan.  

Kini di usia yang genap setengah abad dan di tengah tantangan perubahan dunia karena ilmu pengetahuan dan teknologi. Abad ini memasuki milenial atau pasca modern yang ditandai dengan perkembangan pesat dari dunia teknologi informasi dan komunikasi melalui media internet dan digital. Telah mengubah paradigma dan gaya pendidikan yang tak lagi memposisikan guru sebagai center (pusat) belajar sumber informasi telah tersedia begitu banyak dan bergaram mulai dari cetak hingga digital bahkan proses belajar tak harus bertatap muka cukup dengan pertemuan secara virtual dengan berbagai aplikasi yang ada. Tak lagi dibatasi ruang dan waktu antara siswa dan guru. Sumber belajar dapat diakses dari mana saja asal ada perangkat dan internet.

Semua problema di atas membutuhkan solusi konkrit maka dalam rangka menyambut 50 tahun SKKK Jakarta muncul ide untuk mencoba mengurai persoalan tersebut dengan sebuah event (kegiatan) yang mampu menyatukan guru dengan orangtua dalam satu ruang sekaligus menggalang dana untuk meringankan beban siswa yang kesulitan biaya pendidikan

Tahun 2019 menjelang ulang tahun SKKK Jakarta dunia diguncang pandemi bernama Covid-19 semua berubah manusia dibatasi ruang geraknya dunia pendidikan pun terkena dampak yang signifikan pembelajaran tak lagi dapat dilakukan di ruang kelas konvensional pertemuan harus dilakukan melalui jarak jauh dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Yang mungkin tak terelakkan kenyataan bahwa sektor ekonomi menuai dampak yang tak kalah buruk. Banyak pekerja yang dirumahkan, dunia usaha seketika lumpuh. Tentu saja ini berdampak pada kondisi keuangan orangtua siswa-siswa SKKK Jakarta khususnya.

Ditambah lagi persoalan pembelajaran model jarak jauh memberikan dampak psikis bagi siswa dan orangtua. Siswa mengalami perubahan gaya hidup dan belajar sebab waktunya dihabiskan dalam rumah dan ruang virtual. Hingga motivasi belajar perlahan luntur orangtua mulai mengalami kesulitan mengontrol terlebih guru yang tak bisa bersentuhan langsung.

Semua problema di atas membutuhkan solusi konkrit maka dalam rangka menyambut 50 tahun SKKK Jakarta muncul ide untuk mencoba mengurai persoalan tersebut dengan sebuah event (kegiatan) yang mampu menyatukan guru dengan orangtua dalam satu ruang sekaligus menggalang dana untuk meringankan beban siswa yang kesulitan biaya pendidikan. Maka Fundraising Webinar for Education (FWE) tercetus. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual dalam bentuk webinar yang menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya namun bersedia secara sukarela membagikan pengetahuan sesuai topik yang diperlukan untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang dihadapi orangtua, guru, dan siswa dalam proses pembelajaran.

FWE nyatanya mendapat sambutan yang positif dari berbagai pihak. Hal itu nampak dari partisipasi yang mengalami peningkatan sejak FWE 5 hingga FWE ke 5. Dari 200 partisipan hingga sekitar 800 partisipan. Demikian juga para donatur yang terbeban hal itu tak lepas dari transparansi keuangan atau dana yang dikumpulkan langsung disalurkan kepada siswa yang memerlukan. Sungguh ide yang mampu menjadi jawaban di tengah kompleksitas persoalan pendidikan di masa pandemi ini.

Inilah FWE yang mampu menjadi jalan di tengah kebuntuan di masa pandemi. Kiranya FWE mampu menjadi inspirasi dan motivasi guna kemajuan pendidikan sekaligus menyatukan persepsi orangtua, guru, siswa, dan pengelola pendidikan sehingga kemajuan pendidikan dapat tercapai. (MM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *